Menu

Pemburuan Liar Terhadap Burung Kuau

0 Comment

Burung Kuau kerdil Kalimantan yang memiliki nama latin Polyplectron schleiermacheri, Kuau ini jenis kuau merak yang sangat langka serta sudah jarang didapati. Cirinya yakni ukuran tubuhnya yang maksimal dapat tumbuh sampai 50 cm dengan bintik-bintik dibagian tubuhnya.

Kuau ini adalah jenis kuau merak yang sangat langka serta sudah jarang didapati. Cirinya yakni ukuran tubuhnya yang maksimal dapat tumbuh sampai 50 cm dengan bintik-bintik dibagian tubuhnya.

Kuau merak Kalimantan atau kuau kerdil kalimantan masih tetap dari kerabat dengan kuau-kerdil Malaya dan kuau-kerdil Palawan. Beberapa ilmuwan memandang jenis ini termasuk juga subspesies dari kuau-kerdil Malaya.

Untuk ukuran burung ini dapat dijelaskan sedang, yang jantan dengan ukuran 42 cm serta yang betina dengan ukuran 38 cm. Untuk sisi sayap serta ekor, ada sinyal bintik metalik

Burung unik Kuau kerdil jantan mempunyai ciri jambul hijau metalik, dada hijau keunguan mengkilap di bagian tenggorokan serta bercak dada berwarna putih.

Untuk burung betina warnanya lebih suram serta lebih biru. Tetapi semua burung kuau kerdil Kalimantan di bagian pipi serta tenggorokan berwarna kuning pucat, kontras dengan bulu yang lain.

Sisi iris berwarna kuning, paruh kehijauan gelap, kulit muka gundul serta merah, kaki dan tungkai berwarna hitam, untuk burung jantan dengan dua taji.

Berdasar pada warna, suara serta bentuk tubuhnya yang indah , nyatanya Kuau Kerdil Kalimantan ini termasuk juga jenis Kuau Merak yang sangat langka.

Serta sudah jarang didapati oleh penduduk lokal pada daerah Kalimantan tersebut. Bahkan juga saat ini banyak penduduk Kalimantan Tengah yang tidak tahu satwa cantik ini ialah maskot propinsi itu. Langkanya fauna ini karena beberapa jenis bahaya baik dengan internal atau external.

Hilangnya habitat, degradasi dan fragmentasi tempat, ditambah lagi 25% dari keseluruhan luas rimba di Kalimantan rusak karena kebakaran rimba pun pekerjaan perburuan menyebabkan populasi Kuau-Kerdil Kalimantan jadi alami penurunan, ini diakibatkan adanya pemburuan liar menggunakan gejluk sanaji atau senapan angin lainnya yang dapat mengancam satwa tersebut.

Lantas, kurang maksimalnya pengendalian lokasi konservasi yang termasuk juga minimnya pengawasan pada lokasi atau minimnya publikasi dan pemberdayaan pada penduduk ditempat.

Rendahnya tingkat pendidikan, pengetahuan, dan kesadaran penduduk tentang utamanya lokasi konservasi dan tingginya ketergantungan penduduk pada seputar lokasi.

Serta konservasi termasuk juga salah satunya aspek pemicu sebagai bahaya serta masalah satwa ini. Entahlah itu di daerah dekat lokasi konservasi atau di lokasi konservasi tersebut.

Usaha Konservasi Terhadap Pemburuan Liar Terhadap Burung Kuau

truthplusblog.com : Populasi kuau kerdil kalimantan yang makin alami penurunan, oleh karenanya memerlukan usaha konservasi untuk masih melestarikan populasi fauna ini.

Salah satunya usaha nyata yang Pemerintah memasukan satwa ini dalam kelompok satwa yang dilindungi. Ketentuan ini tunjukkan peranan nyata pemerintah pada usaha konservasi dan perlindungan fauna yang saat ini demikian susah untuk disaksikan dengan langsung. gejluk sanaji

error: Content is protected !!