Menu

Kakak-Adik Tak Mau Akur

0 Comment

pascal-edu.com – Dear Ibu Mayke, saya dikaruniai dua putra (7 dan 3). Namun keduanya tidak pernah akur. Kalau ketemu pasti ribut, mulai soal mainan, baju, sampai makanan. Keduanya tidak ada yang mau mengalah. Sering kali saya dan suami pusing oleh ulah mereka, sehingga emosi kami kerap terpancing. Saya dan suami bekerja dari jam 8 sampai jam 5 sore.

Saat kami bekerja, anak bungsu kami titipkan di TPA, sementara yang besar di rumah budenya. Pulang kerja, mereka kami jemput untuk pulang ke rumah. Bu, apa yang harus kami lakukan agar keduanya bisa akur dan saling menyayangi? Sebabnya, dulu di umur yang sama, rasanya saya dan kakak malah dekat hingga sekarang. Mohon jawabannya. Terima kasih. Aryanti Rakhmi – Surabaya

Anda punya pengalaman yang manis dalam hubungan dengan kakak, sebenarnya dari pengalaman tersebut, bisa ditelusuri lagi, apa yang menyebabkan hubungan dengan kakak begitu harmonis sampai sekarang. Akan tetapi, perselisihan antarsaudara merupakan kejadian yang wajar-wajar saja, sebab setiap anak mempunyai karakter yang unik, ingin mendapatkan perhatian dari orangtuanya, dan ingin mempertahankan hak masing-masing.

Hal lain yang menjadi penyebab adalah urutan kelahiran, kadang si sulung merasa terbebani harus mengasuh dan mengalah pada adiknya, atau adik ingin mengekor terus pada kakaknya, padahal si kakak ingin bebas merdeka. Dalam menangani pertengkaran antasaudara, yang paling penting adalah sikap orangtua, jangan sampai memihak pada salah satu anak garagara kepribadian anak tersebut lebih cocok dengan keinginan orangtua (anak favorit). Ketika menerapkan aturan, sebaiknya tidak disamaratakan dengan alasan demi keadilan; perlu mempertimbangkan usia, kondisi kesehatan, hari spesial buat anak.

Misalnya jam tidur malam hari, untuk si sulung boleh lebih larut dibandingkan adik yang baru berusia 3 tahun sebab anak yang lebih kecil perlu istirahat lebih banyak. Selain itu, anak perlu belajar bahwa ada situasi-situasi khusus dimana orangtua mau tidak mau memberikan perhatian lebih pada saudaranya, misalnya karena sedang berulang tahun, sakit, mengalami peristiwa buruk.

error: Content is protected !!